Tentang Pudak Scientific (SWA)

Komentar saya pada majalah SWA terbaru edisi 12 Februari 2016 (hlm. 99) tentang Pudak Scientific yang bisnisnya terus berkembang dan berhasil melewati guncangan walau sudah dialihkan ke generasi kedua.

12745927_594902054011819_8027008676117566512_n

Tentang Pudak Scientific (kutipan dari majalah SWA) :

“Didirikan 38 tahun silam di Bandung, Jawa Barat, Pudak Scientific kini menjadi pemimpin pasar alat peraga pendidikan di Indonesia. Belakangan, di tangan generasi kedua, Pudak pun terbang lebih tinggi lagi dengan menjadi pemasok komponen pesawat terbang Airbus dan Boeing.”

“Tahun 2000 pun menjadi awal Pudak melesat lebih tinggi lagi. Dimulai dengan keputusan untuk mengotomatisasi produksi dengan menggunakan mesin seperti CNC (computer numerical control), maka produk yang dihasilkan lebih presisi dan konsisten dengan tingkat toleransi hingga 5 mikron.”

“Tak disangka, keputusan itu pun berdampak pada kecepatan produksi yang meningkat pesat. Saking cepatnya, Pudak pun kekurangan ‘muatan’. Bidang baru ‘terpaksa’ dirambah demi memenuhi kapasitas produksi yang melonjak. Otomotif, elektronik dan printer merupakan beberapa industry yang pernah dirambah Pudak. Hingga kemudian datang satu order yang tak diduga-duga, dari industry pesawat terbang.”

12733383_594902057345152_8273719501446549204_n

“Pudak yang telah memiliki sertifikat manajemen mutu sejak tahun 1990-an rupanya menarik minat produsen komponen pesawat terbang asal Inggris, Good Rich, yang memang senantiasa mencari mitra-mitra produksi baru untuk memasok komponen ke principal mereka, di antaranya Boeing dan Airbus.”

“Setelah terlebih dulu menelisik pabrik Pudak, sistem kerjanya, dan sertifikasi yang dimiliki, Good Rich pun setuju bekerja sama. Adapun sejumlah komponen yang sempat dipasok Pudak antara lain komponen pengungkit sayap atas pesawat terbang. Komponen-komponen tersebut dipergunakan untuk memproduksi pesawat-pesawat jenis baru seperti Airbus A-350 dan A-320 Neo, Mitsubishi Regional Jet (MRJ) dan C-series serta Boeing 787 Dreamliner.”

12745860_594902084011816_2161977098092619259_n

Terima kasih Pak Eddy Dwinanto Iskandar dari SWA atas dimuatnya komentar singkat itu.

Salam sukses selalu.
Riri

12717757_594902094011815_4681054157640319787_n

Growth Strategy at Corporate Strategy in the MEA Era

Today, I deliver a session on GROWTH STRATEGY at 2-days Conference on CORPORATE STRATEGY IN THE ASEAN ECONOMIC COMMUNITY ERA, at Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan Jakarta, 20-21 January 2016. — at The Ritz-Carlton Jakarta.

Some parts of my presentation are available here in SlideShare.

12565532_585261108309247_5463783265112113306_n

12400585_585261161642575_3742409263070866760_n

10275413_585173728317985_9152886056163024251_o

12615283_585173741651317_7642500196611661961_o

12565361_585261148309243_7219655277190105940_n

Competency-Based Management System di Rumah Sakit

12391378_582535028581855_5538811394914994089_n

Tadi siang (13/01/2016) saya menjadi pembicara pada Forum Manajer SDM Rumah Sakit se-Jabodetabek. Saya membawakan topik tentang implementasi manajemen SDM berbasis kompetensi untuk rumah sakit yang diikuti para manajer dan staf SDM dari berbagai rumah sakit. Acara berlangsung di RS Mayapada di Lebak Bulus.

12509246_582534978581860_3183227363184728915_n

Pada prinsipnya saya menjelaskan bahwa yang namanya strategi manajemen SDM yang tujuannya membentuk people value proposition itu tidak akan pernah terlepas dari strategi bisnis organisasi yang membentuk customer value proposition. Tantangan terbesar dari sistem manajemen SDM berbasis kompetensi adalah bagaimana mewujudkan people value proposition. Jika kedua hal ini tidak selaras, maka besa kemungkinan strategi bisnis organisasi hanya akan sekedar tinggal di atas kertas karena SDM yang ada di organisasi tersebut tidak mampu mengeksekusinya dengan baik.

Screen Shot 2016-02-11 at 4.57.19 AM

Pada seminar singkat ini, saya lebih menekankan keselarasan ini daripada menjelaskan teknis penyusunan manajemen SDM berbasis kompetensi itu sendiri. Menurut saya, saat ini hampir mustahil ada Manajer SDM yang tidak paham sistem manajemen SDM berbasis kompetensi. Tetapi bagaimana membangun keselarasan antara strategi manajemen SDM dengan strategi bisnis organsiasi mungkin belum banyak dibahas.

Screen Shot 2016-02-11 at 4.57.25 AM

Pada prinsipnya, manajemen SDM itu tugasnya adalah membuat suatu kecocokan antara kompetensi dan motivasi manusia menjadi selaras dengan tuntutan pekerjaan. Dengan demikian, dia mampu mengerjakan tugas-tugasnya dengan baik.

Terima kasih kepada Forum SDM Rumah Sakit yang sudah mengundang saya. Semoga bermanfaat.

Salam
Riri

NB : sedikit koreksi, dalam banner acara tertulis saya memiliki gelar “Dr”, padahal saya tidak memiliki gelar tersebut.
Read the full post »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 32 other followers